bahaya mengonsumsi mie instan berlebi bagi tubuh

mengonsumsi mie instan saat malas untuk memasak makanan lain yang lebih sehat merupakan suatu pilihan bagi banyak orang. Terutama saat dalam keadaan tidak memiliki uang, karena mie instan memiliki harga yang relatif ramah di kantong namun memiliki rasa yang nikmat dan tentunya memiliki banyak pilihan rasa sesuai selera masing-masing.

Namun, tahukah kamu ? bahwa mengonsumsi mie instan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Oke, mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Mie instan termasuk makanan yang telah diproses atau makanan olahan. Makanan olahan adalah makanan yang telah diubah dari bentuknya yang asli menjadi bentuk baru lagi dikarenakan alasan kesehatan, kenikmatan, maupun alasan lainnya.

Proses tersebut antara lain yaitu pendinginan, pemasakan, pengeringan. pemanasan serta pengeringan. Bahaya mie instan yang dikonsumsi terlalu sering adalah karena mie instan diolah dengan banyaknya proses kimia dan penambahan bahan lain yang tidak baik untuk kesehatan.

Mie instan juga mengandung zat berbahaya. Zat berbahaya adalah suatu zat atau bahan-bahan yang bisa menimbulkan kerusakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, makhluk hidup, atau bahkan lingkungan hidup lain pada umumnya. 

Ada beberapa kandungan zat yang terkandung dalam mie instan yang perlu kita ketahui, diantaranya yaitu mie instan mengandung pewarna tetrazinci yang jika dikomsumsi dapat menyebabkan tumor pada kelenjar tiroid dan kerusakan kromosom.

Menurut Hello Sehat.Com ada beberapa bahaya jika mengonsumsi mie instan secara berlebihan yaitu :

1. sindrom metabolik

?Sebuah peneltian dari Korea Selatan pernah menunjukan bahwa peningkatan konsumsi mie instan berkaitan erat dengan risiko sindrom metabolik. Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 3.000 mahasiswa berusia 18 – 29 tahun.

Hasilnya, terlihat bahwa peserta yang makan mie instan sebanyak tiga kali atau lebih dalam seminggu memiliki tekanan darah dan glukosa darah lebih tinggi dibandingkan peserta yang hanya makan mie instan sekali dalam sebulan.

Kemungkinannya, sindrom metabolik ini terjadi karena tingginya kandungan sodium dan lemak jenuh tidak sehat yang terdapat pada mie instan.

2. Berisiko menimbulkan gangguan pencernaan. 

Pada saat proses pengawetannya, mie instan ditambahkan dengan zat bernama tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ). Pengawet ini berbahan dasar minyak yang juga terdapat dalam produk pestisida.

Nah, tubuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencerna pengawet ini. Bahkan setelah dua jam, perut belum juga mampu mengurai TBHQ sehingga hal ini dapat mengganggu jalannya pencernaan.

3. Obesitas Tak hanya penyakit sindrom metabolik, terlalu banyak mengonsumsi mie instan juga dapat berujung pada kondisi obesitas.

Perlu Anda ketahui, satu bungkus mie instan rata-rata mengandung 14 gram lemak jenuh. Angka ini sudah memakan sekitar 40% dari kebutuhan harian Anda.

Selain itu, mie instan juga memiliki kalori yang tinggi. Meski mengenyangkan, nilai gizi yang masuk ke dalam tubuh hanyalah sedikit dan tak sebanding dengan kalorinya.

Bagaimana mengatasi bahaya mie instan ini?

Sebenarnya mie instan masih boleh dikonsumsi dan dampak kesehatan yang ditimbulkan masih dapat dikendalikan. Banyak pula produk mie instan yang telah difortifikasi, artinya produk telah ditambahkan nutrisi yang tentunya baik dan dibutuhkan tubuh.

Meski demikian, mengingat bahanya yang bisa mengganggu kesehatan Anda, ada baiknya Anda membatasi konsumsi mie instan. Caranya yaitu dengan tidak mengkonsumsinya setiap hari dan mengendalikan porsi yang dimakan pada setiap kali konsumsi.

Selain itu, sebaiknya kombinasikan penyajian mie instan dengan makanan sehat lain yang bukan merupakan makanan pemrosesan, seperti sayur dan telur.

 

 

Baik, cukup sekian artikel yang dapat saya tulis. Terima kasih sudah membaca sampai akhir

Jangan lupa like serta share postingan ini

Terima kasih 

  59 Views    Likes  

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

previous post

REVIEW FILM SRI ASIH LANJUTAN DARI GUNDALA
Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

next post

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

related posts