BAGAIMANA PROSES TERPECAHNYA KERAJAAN MATARAM MENJADI 4?

Kerajaan Mataram merupakan salah satu kerajaan terbesar yang ada di tanah Jawa. Namun karena beberapa hal kerajaan ini pun harus terpecah belah karena politik adu domba oleh Belanda yang akhirnya menjadikan kerajaan ini terpecah menjadi empat bagian. Berikut adalah “BAGAIMANA PROSES TERPECAHNYA KERAJAAN MATARAM MENJADI 4?”

Perjanjian Giyanti 1755 (Perpecahan Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta)

Bermula saat kepemimpinan Pakubuwana II terjadi pemberontakan Pangeran Mangkubumi. Mangkubumi bersekutu dengan Mas Said dan mereka merupakan ancaman yang sangat besar terhadap Keraton Surakarta dan juga pihak Kumpeni (Ricklefs,2014:20). Pihak belanda sendiri ada di pihak Pakubuwana II. Namun pemberontakan tidak bisa diredam. Pada tahun 1749 saat periode perang Pakubuwana II jatuh sakit dan meninggal. Sebelum meninggal Pakubuwana II memanggil Johan Andries Baron von Hohendorff (seorang belanda) untuk mengambil alih kekuasaan di keratonuntuk sementara, sehingga Pakubuwana II wafat dan anak sang raja itu bisa naik takhta sebagai penggantinya. Pihak belanda mengusulkan sebuah perjanjian. Pakubuwana II setuju dan perjanjian itu ditandatangani pada tanggal 11 Desember 1749. Menurut kontrak itu, Kerajaan Mataram menjadi milik Kumpeni Belanda. Akan tetapi, jelas sekali bahwa maksud Pakubuwana II adalah penyerahan sementara saja (Ricklefs,2014:20). Lalu pada tahun 1752 timbil perpecahan antara Pangeran Mangkubumi dan Mas Said. VOC yang saat itu membela Pakubuwana III memanfaatkan kesempatan ini dengan melakukan perundingan dengan pihak pemberontak yaitu Pangeran Mangkubumi. Akhirnya terjadilah perjanjian Giyanti. . Di desa Giyanti, pada kaki Gunung Lawu, sebelah tenggara Surakarta, utusan VOC Nicolaas Hartingh berjumpa dengan Mangkubumi dan setuju atas pembagian kerajaan Jawa antara Pakubuwana III dan Mangkubumi (Ricklefs,2014:22). Perjanjian Giyanti ditandatangani 13 Februari 1755. Hasilnya adalah Mataram Barat yakni Mangkubumi mendapatkan Mataram Barat yakni Kesultanan Yogyakarta dengan Gelar Sultan Hamengkubuwono I. Sedangkan Pakubuwono III mendapatkan Mataram Timur yakni Kasunanan Surakarta.

Perjanjian Salatiga 1757 (Perpecahan Kasunan Surakarta menjadi Mangkunegara)

Setelah perjanjian giyanti, Raden Mas Said tidak terima karena menurutnya hal itu bersifat memecah belah kerajaan mataram. Raden Mas Said Pun melakukan perlawanan  terhadap VOC. Peperangan yang didasari sifat gerilya dari Raden Mas Said cukup merugikan VOC karena sering mengalami kekalahan (Punto,2017:48). Karena kekalahan tersebut Nicholaas Hartinghpihak Belanda mengubah taktik menghadapi RM Said. Siasat yang dilakukan Nicholaas Hartingh adalah mendesak Sunan Paku Buwono III, untuk membujuk Raden Mas Said agar mau meletakkan senjata dan dijanjikan akan diberi lahan untuk dapat hidup berdampingan dalam suasana perdamaian (Punto,2017:48). Akhirnya munculah perjanjian Salatiga yang ditandatangani pada l 17 Maret 1757. Hasil perjanjian Salatiga adalah Surakarta Utara yaitu kerajaan Mangkunegaran diberikan kepada Raden Mas Said dengan gelar Mangkunegoro I sedangkan Surakarta Selatan yaitu Kasunanan Surakarta diberikan kepada Pakubuwono III

Perpecahan Kesultanan Yogyakarta menjadi Kadipaten Pakualam (1813)

Efek jatuhnya Belanda ke Tangan Inggris dalam Perjanjian tuntang membuat Hamengkubuwana II diturunkan tahta, Kemudian Sultan Hamengku Buwono III diangkat lagi oleh Raffes sebagai sultan dengan gelar Sultan Hamengku Buwono III. Namun untuk mengurai daerah kekuasaan Kesultanan Yogyakarta. Rafless mengangkat Pangeran Notokusumo sebagai raja Kadipaten Pakualam dengan gelar Pangeran Adipati Paku Alam I. Berdasarkan politik kontrak yang ditandatangani pada 17 Maret 1813 pemerintah Inggris memberi tanah sebesar 4000 cacah secara turun temurun kepada KGPA Paku Alam, tanah tersebut diambilkan dari tanah milik Sultan Hamengku Buwono (Suhatno,2017:2)

Dengan demikian Kerajaan Mataram terbagi menjadi 4 yaitu Kerajaan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Pakualaman dan Mangkunegaran. Gimana nih teman teman, sudah menambah pengetahuan mu?

 

REFERENSI

Prof. Dr. M. C. Ricklefs, Faha. (2014). Babad Giyanti: Sumber Sejarah dan Karya Agung Sastra Jawa. Jumantara Vol 5 No. 2

Punto H, Eko. (2017). Strategi Kebudayaan Perjuangan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, vol. 1, no. 1, pp. 42-54

Suhatno. (2017). Yogyakarta dalam lintasan sejarah. Working Paper. Direktorak Jenderal Kebudayaan: BPNB D.I. Yogyakarta.

  82 Views    Likes  

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

previous post

REVIEW FILM SRI ASIH LANJUTAN DARI GUNDALA
Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

next post

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

related posts